TERJEMAHAN

Kamis, 10 November 2011

CIRI CIRI ANDA DEPRESI

Apakah Anda termasuk orang yang gemar meng-update status Twitter dan membuka akun Facebook tiap saat? Jika ya, berhati-hatilah karena menurut penelitian, kebiasaan tersebut bisa mempengaruhi kesehatan Anda. Misalnya saja seperti, kecanduan akan obat-obatan terlarang dan alkohol, hingga depresi dan melambatnya keterampilan kognitif seseorang.

Namun peneliti juga mengatakan bahwa situs jejaring sosial juga memberikan efek positif. Berikut beberapa dampak positif serta negatif Facebook dan Twitter, seperti yang dikutip dari healthmeup.

1. Jumlah Teman di Facebook Berkaitan dengan Struktur Otak
Menurut penelitian terbaru di University College London, orang-orang yang punya banyak teman di jejaring sosial cenderung memiliki grey matter atau area di otak besar yang lebih besar. Bagian otak ini berhubungan dengan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sosial. Dilihat dari ukuran atau volume grey matter, maka seharusnya perbedaan jumlah teman akan teramati baik di internet maupun di dunia nyata. Asumsi ini juga terbukti benar dalam penelitian itu, berdasarkan hasil pengamatan terhadap sedikitnya 125 mahasiswa.

2. Facebook Bisa Buat Depresi
Penelitian yang dilakukan oleh Stony Brook University, New York, mengatakan bahwa kebiasaan mengakses situs jejaring sosial dapat menyebabkan depresi. Penelitian tersebut melibatkan sekelompok anak perempuan berusia 13 tahun yang diwawancara sebelum dan sesudah membuka akun Facebook selama setahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang suka menceritakan kehidupan dan pikiran mereka melalui Facebook, memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi.

3. Dampak Negatif Pada Remaja & Anak-anak
Penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics menemukan bahwa sosial media dapat meningkatkan risiko tidak percaya diri dan stres pada anak-anak serta remaja. Selain itu peneliti mengatakan bahwa mereka yang mengakses Facebook lebih dari dua jam disebut sebagai pengguna berat. Sebanyak 18 persen pria pengguna berat sosial media dinyatakan memiliki kelebihan berat badan dan 59 persen wanita pengguna berat sosial media, mempunyai kebiasaan sulit tidur.

4. Meningkatkan Risiko Gangguan Tulang
Facebook seringkali dijadikan penyebab utama mengenai masalah tulang pada anak. Penelitian dalam British Medical Journal menemukan bahwa situs jejaring sosial dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin D yang akibatnya bisa membuat tulang mudah rapuh. Hal ini karena Facebook membuat anak-anak jadi malas bergerak karena terlampau asik mengakses situs tersebut.

5. Menularkan Perasaan Bahagia
Peneliti dari Harvard Medical School and the University of California, San Diego mengatakan bahwa kebahagiaan bersifat kolektif dan menular di kalangan jaringan sosial. Studi yang melibatkan 5.000 orang selama 2 tahun itu pun dilakukan untuk mengetahui efek bahagia seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya. Peneliti juga menemukan bahwa orang yang menjadi pusat perhatian dalam jaringan sosial cenderung lebih bahagia diantara yang lainnya.

"Dengan semakin banyak orang yang mengelilinginya, risiko penularan bahagia pun akan semakin banyak," ujar Nicholas Christakis, profesor dari Harvard Medical School.

Dalam situs jejaring sosial atau Facebook misalnya, orang yang paling banyak dikomentari statusnya adalah orang yang biasa menjadi pusat perhatian. Mereka pun akan lebih bahagia karena mendapat perhatian dan komentar dari orang banyak.

Rabu, 09 November 2011

HUMOR TIM NAS BOLA

JAKARTA -  Seorang pemuda Papua mengungkapkan cintanya pada seorang gadis. Begini dialognya:
Pemuda : "Ade, beta su lama jatuh cinta ke ade. Ade mau jadi kaka pu pacar ka?"
Cewek : "Adooo, kaka. Tra bisa. Sa masih sekolah."
Pemuda : "Ooooo.. kaka kira ade sudah libur
Dialog di atas hanyalah sepenggal kisah humor yang selalu jadi bagian dari keseharian masyarakat Papua. Humor Papua pun tidak kalah jenaka bila dibanding kisah lenong di Betawi atau ketoprak ala Jawa. Humor ala Papua, canda ala Ketoprak, dan ulah bak lenong inilah yang membuat tim nasional Indonesia terasa segar.

Aktor utama dari humor di timnas adalah seorang asli Jayapura bernama Oktovianus Maniani. Uniknya rekan Okto dalam menebar tawa di tiap latihan timnas tidak lain adalah seorang asli batak yang lama menggembara di tanah Wamena, Ferdinand Alfred Sinaga.
Simak saja salah satu ulah jenaka keduanya saat sesi latihan jelang Sea Games.  "Okto!! Okto!! tegur Ferdinand Sinaga dengan muka yang memancarkan senyum.
Dari senyumannya, terselip ide jahil di kepala Ferdinand. "Okto!!!!" tegurnya kali ini dengan volume suara yang meninggi.

"Ada apa, saya sudah dengar," balas Okto yang sibuk memasang tali sepatu. Kegiatan Okto saat itu memang hampir dua menit dihabiskan oleh kegiatan memakai sepatu yang tak kunjung melekat.
Ferdinand pun menyahut. "Oh, saya kira kamu tidak dengar. Mungkin sinyal lagi buruk," kata Ferdinand kalem. Pernyataan yang langsung dibalas Okto. "Ya sudah lah, kau kirim saja SMS saja," jawabnya sambil tertawa kecil.

Ferdinand pun menjelaskan makusd perkataannya.
"Okto, lebih baik kalau Irfan (Bachdim) tidak mau ngomong, mending wartawan wawancara anaknya saja. Ini si Andik (Vermansyah)," ujar Ferdinand merespon aksi Irfan Bachdim di pinggir lapangan yang terus bungkam ketika dikerubungi awak media perihal pencoretannya dari timnas. Pernyataan yang sekaligus melepaskan lelucon ke arah Andik yang terlihat ibarat bocah karena bertinggi badan hanya sekitar 158 sentimeter.

Canda di LapanganBaru serius sejenak, suasana latihan mendadak cair kembali karena ulah Okto yang kali ini menebar tawa bersama Diego Michiels di tengah lapangan. Diego, naturalisasi asal Belanda, awalnya tampak sangat bersemangat untuk "mengerjai" Okto dalam bermain game kecil.
Okto, yang bertindak sebagai perebut bola, coba dikecohnya dengan menendang bola melewati kolong kaki pemain asal Papua itu. Tapi, usaha tersebut gagal. "Tidak bisa. Hahahaha..." kata Okto tertawa lepas ke arah Diego. Secara spontan Diego menedang bagian bokong Okto yang melompat kesenangan.
Aksi jenaka pun terjadi saat timnas melakoni partai persahabatan lawan Timor Leste. Dan kembali aktor dari humor di timnas tidak lain adalah: Okto. Pemain bertubuh mungil yang kerap tersenyum dengan gigi putih bersinarnya itu memulai aksi jahilnya di bangku stadion.
Okto, yang di babak kedua partai lawan Timor Leste ditarik keluar pelatih Rahmad Darmawan, memilih membaur di bangku Stadion yang di sana sudah ada dua rekannya sesama Papua, Titus Bonai dan Stevie Bonsapia.

“Hey.. jangan terlalu memegang bola!” ujar Okto yang berteriak bak pelatih. “Jangan dibawa pulang bola,” kata Okto yang memancing tawa sekitar 500 penonton.
Tawa Okto pun langsung pecah ketika menyaksikan aksi Andik yang terpeleset di mulut gawang Timor Leste. Padahal, saat itu Andik sudah mengelabuhi tiga pemain lawan dengan aksi gemilang. Ketika ingin mengeksekusi bola ke gawang yang kosong, pemain asal Surabaya ini justru menendang angin dan melayang tidak karuan.
Sontak Andik terpelating membentur rumput dengan kaki yang berada di atas kepala. “Hahahahahaha…” tawa Okto terdengar nyaring.

Kena BalasUlah jenaka pun terjadi di laga perdana timnas kontra Kamboja. Kali ini Okto yang justru terkena tulah akibat ulah jahilnya ke Andik di laga kontra Timor Leste.
“Okto…” teriak pelatih Rahmad Darmawan mengingat kan sang pemain yang terlalu asik bermain individu. Menyadari kesalahannya, Okto pun langsung memegangi kepala sembari menggeleng-geleng.
Seusai laga, kejadian kocak sempat terekam di dalam bus yang akan mengantar timnas ke hotel. Kejadian ini berasal saat bus timnas hendak meninggalkan Stadion. Tepat di depan kantor PSSI, sejumlah stand promotion girl (SPG) tengah berdiri tepat di samping bus timnas.
Entah karena didorong rasa humor atau naluri lelaki, hampir sebagian pemain timnas langsung berebut ke kaca bus untuk menyapa sekitar enam wanita yang memiliki paras bak artis itu. Sontak aksi ini dihadiahi tawa oleh para SPG. “hahahaha,” spontan keenam SPG tertawa.
Kejadian segar dan homur ala timnas ini bisa direfleksikan sebagai cermin bahwa 20 skuat Garuda dalam kondisi psikologi yang baik untuk tampil di Sea Games. Tidak ada ketegangan atau tekanan yang terekam di keseharian mereka.
Semoga tawa ini jadi pertanda yang baik agar tawa pulalah yang tercipta di akhir keikutsertaan mereka di Sea Games. Tawa juara dengan raihan emas Sea Games ke 26 untuk cabang sepak bola…

sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Jumat, 14 Oktober 2011

BIANG PENYEDOT PULSA


Di era REG inilah, industri sms semakin berkembang pesat, dan makin hari makin kreatif berlangganannya dimulai hanya sekedar sms lucu, sampe ringtone, sampe mak comblang aja ada si sms ini lah yang menjadi biangnya penyedot pulsa.
secara garis besar bisa gue bagi-bagi kategorinya menjadi :


REG (spasi) KOCAK dan teman-temannya
Motto : dapatkan cerita-cerita kocak tiap hari di hapemu
Sasaran : Muda-Mudi ceria yang kalo nongkrong main tebak-tebakan
Contoh kasus :


Abdul : "wey gue punya tebak-tebakan nih.."
Usup : "apaan?"
Abdul : "ikan ikan apa yang bisa terbang?"
Usup : "nyerah deh.."
Abdul : "Ikan indosiar!!"
Usup : "GAK LUCU NYET!!"


Dan reputasi Abdul pun hancur di hadapan teman-temannya, masa depannya suram dan dia jadi kelainan pergaulan semenjak itu

REG (spasi) KERJA dan sodara-sodaranya
Motto : Cari tau pekerjaan apa yang cocok bagi anda sesuai nama anda
Sasaran : Bapak-bapak gaptek dan mas mas pengangguran
Contoh kasus :
Abdul yang seorang direkur sebuah perusahaan yang sukses tiba-tiba berenti dari jabatannya tanpa alasan yang jelas.

Minah : "papa! kenapa berenti kerja!!??"
Abdul : "tenang ma.. papa ingin menemukan pekerjaan yang cocok buat papa, menurut sms ini, papa ngga cocok kerja di gedung, cocoknya kerja di air..."
Minah : "KERJA SONO DI AER SAMA UBUR-UBUR!! ANAK BINI MU MAU MAKAN APA!??"


karena Minah kesal, maka dia meninggalkan suaminya..
sekarang Abdul bekerja sebagai tukang bersihin kolam renang, semakin hari hidupnya semakin melarat karena tidak terbiasa dengan gaji yang sedikit.. tapi dia tetap sabar dan tabah dan menganggap ini pekerjaan terbaiknya, disaat Abdul tengah merenung, bunyi nada sms dari hapenya :

"Anda tidak cocok kerja di Air, anda cocoknya kerja kantoran.. "
Abdul lantas memanjat tower dan..................................




REG (spasi) JODOH dan teman-temannya
Motto : Cari tau apakah si dia jodoh kamu atau bukan
Sasaran : Ababil
Contoh kasus :

Minah : "Bang, kita sampe sini aja"
Abdul : "loh kok tiba-tiba? masalahnya apa? jelasin donk sama aku!"
Minah : "menurut sms ini, kita ngga jodoh, jadi kita sudahi saja"
Abdul : "SMS NENEK LU SALTO!!"
*digampar*
putus beneran...


REG (spasi) RAMAL dan teman-temannya
Motto : orang botak bermata hitam akan meramal nasib anda
Sasaran : Orang putus asa..
Contoh kasus :
sms : "nasib anda di bulan ini jelek sekali!! lebih baik anda mati!"
*bunuh diri*
(jih gitu doank!)



REG (spasi) ARTIS dan teman-temannya
Motto : dapatkan sms langsung dari aku di hapemu
Sasaran : Jomblo ngenes (hati-hati nih)
Contoh kasus :
Abdul : "eh eh.. tau ngga, Cincau Laura sekarang lagi keramas lho.."
Ucup : "hah? tau dari mana?? lu ngintip ya!! gue laporin lu!!
*Abdul dilaporkan ke polisi*
(buat semua jomblo di Indonesia, sudah lupakan saja mimpi kalian buat di sms artis!!)



REG (spasi) MANTAN dan teman-temannya
Motto : Cari tau apakah mantan kamu masih sayang sama kamu atau tidak
Sasaran : lagi lagi Ababil
Contoh Kasus :
setelah Abdul dan Milah putus, Milah dapet sms 
sms : "Ternyata mantan kamu steven masih sayang sama kamu"
akhirnya Milah deketin steven lagi tapi steven akhirnya jadian sama Sutijem..
Milah pun beli baygon dan..............................



REG (spasi) RINGTONE dan teman-temannya
Motto : dapatkan ringtone keren ini di hapemu
Sasaran : Anak-anak dan ABG
Contoh kasus:
Abdul nyetel-nyetel ringtone baru hapenya..
Ucup : "WOY BERISIK!! NORAK AMAT SIH!!"
Abdul : "biarin.. ini ringtone baru gue dapet dari sms"
Ucup : "Gila lo.."
sekali lagi, masa depan Abdul hancur..



REG (spasi) UANG dan teman-temannya
Motto : buruan sms dan tunggu telepon dari operator kamu untuk dapat satu juta rupiah
Sasaran : Karyawan tanggal tua
Contoh kasus :
Abdul ngeliat iklan UANG, maka dia cepet-cepet sms..
namun na'as.. dia tidak kunjung di telfon dan Host di iklan itu malah nyuruh terus sms..
begitu iklannya selesai, dia dapet sms macem2 dan nyedot pulsa..
besoknya dia liat iklan itu lagi.. sama persis..
Abdul : "SEMPRUL GUE KIRA KEMAREN SIARAN LANGSUNG!!"



Dan masih banyak REG REG lainnya... ternyata format REG masih memiliki kekurangan yaitu susah untuk membuat orang berlangganan, walaupun kalo sudah berlangganan susah untuk berhenti...

Minggu, 09 Oktober 2011

PELUANG TIMNAS INDONESIA

Tim kesebelesan garuda kita akhirnya bisa mengakhiri trend buruk 2 kali kekalahan berturut turut, pada laga uji coba persahabatan melawan pasukan elang hijau, Arab Saudi. Pertandingan yang berlangsung di stadion Shah Alam, Malaysia yang berakhir dengan skor 0 – 0.

Wim Rijbergen merubah taktik dan susunan pemain Timnas, dengan tidak diturunkannya beberapa pemain terdahulu seperti bambang, markus dan ridwan dan merotasi tempat pemain seperti irfan yang yang dulunnya menjadi sayap kanan sekarang di letakan menjadi posisi kiri dan terbukti irfan beberapa kali merepotkan pertahanan Arab Saudi perubahan ini bermanfaat karena Indonesia berhasil menahan imbang Arab Saudi yang dilatih oleh Frank Rijkaard, mantan pelatih Barcelona.

Arab Saudi memainkan striker andalan mereka Yasser Al Qahtani, mereka berhasil mengendalikan permainan pada awal babak pertama. Terbukti pada menit ke tiga, Indonesia mendapatkan kejutan pertama oleh serangan Arab, beruntung I Made Wirawan dengan sigap menyelamatkan gawang Indonesia.
Indonesia mendapat kesempatan emas pada menit ke 78 saat Irvan Bachdim berhasil mencuri bola dari kaki pemain Arab, tapi kesempatan ini bisa diredam oleh barisan pertahanan Arab yang langsung membuang bola.

Sebagai negara kaya yang pandai mengumbar uang, mereka sedang getol dengan program naturalisasi. Banyak, mereka punya beberapa pemain dari negara tetangga, beberapa dari Afrika, beberapa lagi dari Brazil, dan satu lagi temannya Christian Gonzales dari Uruguay, Sebastian Soria. Nama terakhir ini yang paling menonjol, pemilik 57 caps dan 23 gol untuk timnas Qatar. Lihat skuadnya di wikipedia, dan list pemain naturalisasinya di sini. Waspadalah..

Indonesia sudah 4x bertemu dengan Qatar: 1x menang, 1x imbang, 2x kalah, 5x mencetak gol, dan 9x kebobolan. Kita selalu bisa mencetak gol ke gawang Qatar.

Head to head: Indonesia vs Qatar
1986 – di Seoul – Asian Games – Indonesia 1:1 Qatar
1993 – di Doha – Pra Piala Dunia – Indonesia 1:3 Qatar
1993 – di Singapura – Pra Piala Dunia – Indonesia 1:4 Qatar
2004 – di Jakarta – Piala Asia – Indonesia 2:1 Qatar

Peluang Indonesia vs Qatar
Sekarang, pemain naturalisasi Qatar bisa menjadi satu hal yang layak diwaspadai. Namun ada kabar baik, perjalanan Qatar di babak kualifikasi sebelumnya sempat diwarnai kekalahan 1-2 di kandang Vietnam, meski Vietnam kalah telak 3-0 di Qatar. Fakta ini memberi angin segar optimisme, bahwa kita seharusnya juga bisa mencuri kemenangan di kandang, sama seperti Vietnam. Ditambah dengan rekor pertemuan terakhir yang kita menangkan, optimisme ini menjadi rasional. Kalahkan Qatar di kandang kita! 

Kamis, 29 September 2011

BAHAYA BOM (LUCU)

Dimohon kepada temen-temen di seluruh indonesia, agar untuk sementara waktu jangan keluar rumah dahulu, berhubung dari kabar terakhir. ada upaya balas dendam dari anak teroris yaitu

2 anak Dr. Ashari sedang berjalan2 dengan membawa Bom didadanya, antara lain...


Ayu Ashari dan Sarah Ashari



sumber : Ketawa.com

Rabu, 28 September 2011

HUMOR KORBAN BOM

Disebuah area perkuburan yang sepi beberapa pocong korban bom sedang terlibat percakapan.

Pocong 1 : “waktu aku sedang enak makan tiba-tiba hotel tempat aku makan di bom orang, wah kurang ajar betul orang itu.”

Pocong 2 : “Aku juga, waktu aku tidur di hotel waktu aku terbangun aku sudah disini.”

Pocong 3 : “Aku terbakar api akibat bom itu.”

Pocong 4 : “Kalau aku kejatuhan tiang besi waktu bom itu meledak.”

Pocong 1 : “Kalau ketemu akan aku cincang pelakunya.”

Pocong 5 : (Diam saja dengan wajah agak sedikit ketakutan.)

Pocong 1, 2, 3, 4 : “Eh, pocong 5 kenapa kamu diam saja?? Emang bagaimana kamu matinya?.”

Pocong 5 : Dengan agak sedikit takut dia berkata, “Aaannuuu… aku kesini… akulah yang meledakkan hotel dan restoran tersebut.”

Senin, 26 September 2011

SEJARAH TOROR BOM

Kita sebagai warga Negara Indonesia sangat terpukul dengan kejadian bom solo yang baru kemarin terjadi, ini membuat panjang deretan kejadian teror  yang menimpa kita, berikut sejarah toror bom yang pernah terjadi di Indonesia. 

Selama 1962-2003, Indonesia sudah mencatat puluhan kali ledakan bom terjadi dalam skala kecil dan besar, setengahnya terjadi di Jakarta. Catatan dimulai dengan ledakan bom yang terjadi di kompleks Perguruan Cikini dalam upaya pembunuhan presiden pertama RI, Ir Soekarno, pada 1962. Berikutnya,

11 November 1976: Di Masjid Nurul Iman, Padang. Pelakunya adalah Timzar Zubil, tokoh yang disebut pemerintah sebagai Komando Jihad. Tapi, Timzar tidak pernah ditemukan sampai sekarang. Tidak ditemukannya Timzar ini, memberikan dugaan kuat adanya operasi intelijen.

20 Maret 1978: Sekelompok pemuda melakukan peledakan di beberapa tempat di Jakarta dengan bom molotov, dan membakar mobil presiden taksi untuk mengganggu jalannya sidang umum MPR. Tentunya ini terkait dengan kepentingan politik.

14 April 1978: Masjid Istiqlal, Jakarta. Sampai sekarang, ledakan bom dengan bahan peledak TNT itu tetap jadi misterius. Masjid terbesar umat Islam di Indonesia, umat Islam-lah yang korbannya.

4 Oktober 1984: Ledakan bom di BCA, Jalan Pecenongan, Jakarta Barat. Pelakunya adalah Muhammad Jayadi, anggota Gerakan Pemuda Ka’bah (anak organisasi Partai Persatuan Pembangunan) lantaran protes terhadap peristiwa Tanjungpriok 1983. Jayadi yang tidak dikenal sebagai anggota Gerakan Pemuda Ka’bah kemudian dijatuhi hukuman penjara 15 tahun setelah mengaku menjadi pelaku peledakan.

Di saat bersamaan, juga terjadi ledakan di BCA dan Kompleks Pertokoan Glodok, Jakarta dengan pelaku Chairul Yunus alias Melta Halim, Tasrif Tuasikal, Hasnul Arifin yang juga merupakan anggota Gerakan Pemuda Ka’bah. Mereka dijatuhi hukuman penjara dan dipecat dari keanggotaan Gerakan Pemuda Ka’bah.

Selain itu, ledakan juga terjadi di BCA Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat dengan pelaku Edi Ramli, juga anggota Gerakan Pemuda Ka’bah. Siapa dalang pemboman, sebenarnya masih misterius, tapi Edi dijatuhi hukuman penjara.

Rentetan kasus peledakan beberapa kantor BCA itu menyeret tokoh-tokoh Petisi 50, seperti H.M. Sanusi, A.M. Fatwa (keduanya dipenjara, saksi-saksi mengaku disiksa), dan H.R. Dharsono.

24 Desember 1984: Gedung Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Jalan Margono, Malang, Jawa Timur. Tidak diketahui siapa pelakunya.

20 Januari 1985: Candi Borobudur di Jawa Tengah tak luput dari sasaran ledakan bom. Pelakunya adalah seorang mubalig, Husein Ali Alhabsy yang juga dilatar-belakangi motif protes terhadap peristiwa Tanjungpriok 1983. Husein menolak tuduhan atas keterlibatannya dalam peledakan Borobudur dan menuding Mohammad Jawad, yang tidak tertangkap, sebagai dalangnya. Pada awalnya, Husein mendapat ganjaran penjara seumur hidup. Tapi kemudian mendapatkan grasi dari pemerintahan Habibie pada 23 Maret 1999.

16 Maret 1985: Bus Pemudi Ekspress di Banyuwangi, Jawa Timur. Pelakunya adalah Abdulkadir Alhasby, anggota majelis taklim. Kasus ini juga dikaitkan dengan peledakan Candi Borobudur yang juga memprotes peristiwa Tanjungpriok 1983. Bahan peledak yang digunakan adalah TNT batangan PE 808/tipe Dahana.

14 Mei 1986: Terjadi hampir bersamaan di Wisma Metropolitan di Jalan Sudirman, di Hotel President di Jalan Thmarin dan di Pekan Raya Jakarta. “Brigade AntiImperialis Internasional“ di Jepang mengaku bertanggung jawab. Ini justru merupakan peledakan bom yang berasal dari asing.

Juni 1986: Terjadi serangan roket ke Kedutaan Amerika, Jepang dan Kanada yang diluncurkan dari kamar 827 Presiden Hotel di Jalan MH. Thamrin.

13 September 1991: Ledakan bom di Mragen-Demak, Jawa Timur. Ketika itu, Xanana Gusmao sebagai pemimpin perjuangan Timor Leste menyatakan bertanggung jawab atas terjadinya ledakan yang diduga dilakukan oleh tiga pemuda Timor Leste.

30 September 1991: Hotel Mini Surabaya. Pelakunya tidak diketahui. Bahan peledak yang digunakan adalah potassium -biasa dipakai untuk membom ikan.

Februari 1993: Lantai dua gedung World Trade Center (WTC), New York, Amerika Serikat.

13 September 1997: Mranggen, Demak, Jawa Tengah yang dilakukan tiga pemuda Timor Timur dari kelompok prokemerdekaan Timor Timur. Bom meledak tidak sengaja. Tokoh Tim-tim Xanana Gusmao menyatakan bertanggung jawab atas peledakan itu. Tapi, tidak ada tersangka yang tertangkap.

18 Januari 1998: Rumah Susun Tanah Tinggi, Jakarta. Walau bom meledak tidak disengaja, Agus Priyono, anggota Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) -salah satu jaringan Partai Rakyat Demokrat-, dipenjara tujuh bulan lebih, karena dianggap mengetahui rencana pemboman tapi tidak melaporkannya ke pihak berwajib. Kasus ini sempat menyeret nama Sofjan dan Yusuf Wanandi serta Surya Paloh, yang semuanya membantah terlibat. Tapi, tidak ada dari tokoh itu yang diajukan ke pengadilan.

20 Februari 1998: Kampung Batik Sari, Semarang.

7 Agustus 1998: Kedutaan besar Amerika di Nairobi, Kenya dan di Darus Salam, Tanzania yang disinyalir dilakukan teroris yang punya hubungan dengan Al-Qaida dan Osama bin Laden. Peristiwa itu menewaskan 223 orang dan melukai 4.000 orang. Sebagian besar dari mereka yang terbunuh dan terluka dalam tiga pemboman itu adalah warga Kenya dan Tanzania.

11 Desember 1998: Atrium Plaza Senen, Jakarta. Pelaku tertangkap pada akhir 1999, sewaktu terjadi ledakan bom di Ramayana, Jalan Sabang. VM Rosalin Handayani dan Yan Pieterson Manusama disangka sebagai pelaku dengan motif usaha dagang. Bahan peledak berbau belerang.

2 Januari 1999: Toserba Ramayana, Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Pelakunya adalah V.M. Rosalin Handayani dan Yan Pieterson Manusama, pengusaha yang dilatar-belakangi motif sengketa pribadi. Bahan peledak bom adalah TNT.

9 Februari 1999: Mal Kelapa Gading, Jakarta. Siapa pelaku dan apa motif bom yang berbahan peledak TNT itu, tidak diketahui.

15 April 1999: Plaza Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Pelakunya adalah Ikhwan, Naiman, Edi Taufik, Suhendi, dan Edi Rohadi, anggota kelompok yang disebut-sebut sebagai Angkatan Mujahidin Islam Nusantara (AMIN) pimpinan Eddy Ranto. Motif pemboman adalah kriminal (perampokan). Kelompok AMIN ini juga dituduh meledakkan Istiqlal. Anehnya, dalam kasus ini, motifnya diputuskan sebagai kriminal. Bahan peledak ramuan KCl03 (kalium klorat) dan TNT.

19 April 1999: Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Pelakunya adalah Eddy Ranto alias Umar, 40 tahun yang juga diduga sebagai otak perampokan Bank BCA Taman Sari, Jakarta dan peledakan satu wartel di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta, beberapa pekan sebelumnya. Sayangnya, kasus ini tetap menjadi misterius, lantaran belum tuntas. Bahan peledaknya sama dengan kasus Hayam Wuruk. Bahan peledaknya, TNT (trinitrotoluene) dan KCLO3 (kalium chlorat).

Maret 2000: Depan Hotel Merdeka, Bekasi yang mengakibatkan dua orang luka-luka.

28 Mei 2000: Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Medan. Siapa pelaku dan apa motifnya tetap jadi misterius.

29 Mei 2000: Gereja Katolik di Jalan Pemuda Medan. Siapa pelaku dan apa motifnya juga masih misterius.

1 Juli 2000: Di Jalan Imam Bonjol, KPU Jakarta. Kasus peledakan bom ini juga masih belum tuntas

4 Juli 2000: Di kamar kecil kantor Kejaksaan Agung, Jakarta. Siapa pelaku dan apa motif peledakan bom berkategori M-1 (Military One) buatan Pindad, itu masih misterius. Sampai sekarang, kasusnya belum terungkap jelas, padahal polisi sudah menyebar sketsa wajah yang diduga pelaku peledakan.

Agustus 2000: Kediaman Duta Besar Filipina untuk Indonesia, di Imam Bonjol, Jakarta. Ledakan bom itu menewaskan dua staf rumah tangga kediaman serta puluhan orang lainnya mengalami luka cukup serius. Bom yang dipakai adalah C-4 buatan Amerika Serikat. Pada 19 Oktober 2003, PN Jakarta Pusat menghukum Abdul Jabar bin Ahmad Kandai selama 20 tahun penjara. Abdul Jabar terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama dengan Fatur Rahman Al- Ghozi dan Edi Setiono alias Usman, meledakkan bom di rumah Duta Besar Filipina itu. Dirinya juga dinyatakan terbukti bersalah turut serta melakukan aksi pemboman di sejumlah Gereja di Jakarta: Gereja Anglikan Menteng Jakarta Pusat dan Oikumene di Jalan Angkasa Halim Perdana Kusumah Jakarta Timur. Kedutaan besar Malaysia untuk Indonesia di Rasuna Said, Jakarta, juga mendapati ledakan bom. Tapi, tidak menimbulkan korban jiwa.

27 Agustus 2000: Di Medan, satu di bengkel di depan rumah penduduk di Jalan Bahagia, dan satu lagi di pagar rumah pendeta J. Sitorus.

September 2000: Bursa Efek Jakarta. Dengan bahan peledak TNT, ledakan bom menewaskan 10 orang, melukai puluhan orang dan merusakkan puluhan mobil. Pelakunya adalah Teungku Ismuhadi yang kemudian dihukum penjara 20 tahun.

13 September 2000: Ledakan dahsyat di lantai parkir P2 Gedung Bursa Efek Jakarta. Ledakan ini menelan korban 10 orang tewas, 15 orang luka, serta dua mobil hangus, 20 mobil rusak.

November 2000: Hotel Omni Batavia, Jakarta.

Desember 2000: Di berbagai tempat di Indonesia saat malam Natal: Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Bandung, Mojokerto, Mataram, Pematang Siantar, Medan, Batam, dan Pekanbaru, yang mengakibatkan belasan orang tewas, seratus lebih lainnya luka-luka dan puluhan mobil rusak. Tercatat hanya 16 dari 31 bom yang meledak. Bahan peledaknya, TNT yang ditambahkan supreme seal pot dengan wadah plastik ungu dan diisi 100 gotri.

Januari 2001: Bom rakitan di satu mobil di Pasar Minggu, Jakarta. Selain itu, Taman Mini Indonesia Indah juga sempat digegerkan ledakan bom yang dilakukan Elize M. Tuwahatu.

Maret 2001: Rumah Sakit Saint Carolus, Jakarta. Sementara itu, ledakan bom juga terjadi di jembatan kereta api Cisadane, Serpong, Tangerang.

April 2001: Di Jalan Percetakan Negara, Jakarta.

10 Mei 2001: Di bangunan Yayasan Kesejahteraan Mahasiswa Iskandar Muda, di Jalan Guntur, Jakarta Selatan. Tiga orang tewas, sebagian bangunan hancur.

Juni 2001: Di kamar kos di kawasan Pancoran, Jakarta. Berselang hanya dua pekan, di Cikoko, di kawasan Pancoran juga, ledakan bom kembali terjadi.

Juli 2001: Gereja Santa Anna, Pondok Bambu, Jakarta. Ledakan mencederai puluhan orang. Hanya sehari berselang, ledakan bom kembali terjadi di Jalan Semarang, Menteng, Jakarta, dan melukai satu orang.

Agustus 2001: Plaza Atrium, Senen, Jakarta. Ledakan melukai enam orang. Kedua pelaku peledakan, Edi Setyono alias Abbas dan Taufik bin Abdul Halim dihukum hukuman mati oleh PN Jakarta Pusat.

September 2001: Gedung kembar WTC, New York, Amerika Serikat. Satu jet komersial menabrak menara utara bangunan 110 lantai antara lantai 80 dan 85. Selang beberapa menit, satu pesawat komersial lainnya menabrak menara selatan. Diperkirakan, tiga ribu orang tewas dan 1.000 cedera dalam peristiwa itu. Sebanyak 40.000 orang bekerja di pusat perdagangan dua gedung itu; lebih dari 150.000 orang memasuki kompleks itu setiap hari untuk berbisnis atau hanya jalan-jalan. Dari Dubai, Uni Emirat Arab, dilaporkan, satu kelompok Palestina menyatakan bertanggung jawab atas serangan pesawat terhadap WTC itu. Televisi Abu Dhabi melaporkan, pihaknya telah menerima telepon dari Front Demokratis bagi Pembebasan Palestina (DFLP) di luar negeri -yang menyatakan bertanggung jawab. Gedung yang diserang itu merupakan institusi internasional yang melambangkan kemakmuran ekonomi dunia. Di sana terdapat perwakilan dari pemerintah Thailand, Cile, dan Pantai Gading, misalnya. Di WTC terdapat 430 perusahaan dari 28 negara.

Serangan bom pesawat juga terjadi terhadap Pentagon, Washington dan menewaskan 189 orang, termasuk para penumpang pesawat. Sementara itu, 45 orang tewas dalam pesawat keempat yang jatuh di daerah pedalaman Pennsylvania.

23 September 2001: Lantai parkir Atrium Plaza, Senen. Ledakan menghancurkan beberapa mobil, walau tidak ada korban jiwa.

2001: Asrama haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan.

2002: Restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) dan restoran McDonald’s di Sulawesi Selatan.

1 Januari 2002: Di depan rumah makan ayam Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Seorang pelaku, Hasballah tewas seketika di tempat kejadian. Bahan peledak yang digunakan yang digunakan adalah granat manggis K75 buatan Korea.

18 Januari 2002: Gardu PLN di depan bekas terminal Cililitan, Jakarta Timur. Sementara itu, di Palu, satu ledakan juga mengguncang tiga rumah ibadah. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Gereja Pantekosta di Indonesia dan Gereja Kristen Indonesia Sulawesi Selatan Jemaat Palu rusak akibat bom rakitan.

20 Januari 2002: Fathurrahman al Ghozi, seorang Warga Negara Indonesia, ditangkap oleh pihak keamanan Filipina. Lelaki kelahiran Madiun dituduh terlibat dalam pengeboman sebuah stasiun kereta api di pusat kota Manila di malam Tahun Baru 2002. Filipina menyatakan, al Ghozi sebagai salah satu anggota sel al Qaidah di Asia Tenggara.

Maret 2002: Kantor Babinkum, Pulo Gebang, Jakarta.

Juni 2002: Di depan gedung konsulat jenderal Amerika Serikat di Karachi, Pakistan yang mengakibatkan delapan orang tewas.

9 Juni 2002: Di lahan parkir Hotel Jayakarta dan Diskotik Eksotis, Kota, Jakarta Barat. Pelakunya, Dodi Prayoko berhasil ditangkap polisi.

1 Juli 2002: Mal Graha Cijantung, Jakarta. Tujuh orang luka-luka dan tidak ada korban jiwa akibat ledakan itu. Polisi menangkap lima tersangka yang diyakini terkait dengan Gerakan Aceh Merdeka yakni, Ramli. M. Nur, Mudawali, Muhamad Hasan Irsyadi dan Syahrul. Bom rakitan jenis low explosive itu terdiri dari campuran belerang, alumunium powder, potasium klorat, baterai, dan serpihan besi atau paku.

Oktober 2002: Bandung Supermall dan Istana Plaza, Bandung.

12 Oktober 2002: Tiga ledakan bom mengguncang Bali. Ledakan pertama dan kedua mengguncang kawasan di Jalan Legian, Kuta. Sedangkan ledakan lainnya terjadi di dekat kantor konsulat AS, Denpasar. Di Manado, Sulawesi Utara, bom rakitan meledak di pintu gerbang masuk kantor Konjen Filipina. Tidak ada korban jiwa.

Ledakan di Jalan Legian, mengakibatkan setidaknya 187 tewas dan 400-an lainnya luka-luka. Ledakan juga mengakibatkan kerusakan parah dalam radius 100 meter dari pusat ledakan. Polisi mengidentifikasikan bahwa ledakan berasal dari bom mobil yang diletakkan dalam Mitsubishi L300.

Sebagai peracik bahan-bahan kimia bahan peledak, Sarjiyo alias Sawad, dihukum seumur hidup oleh majelis hakim PN Denpasar yang juga menghukum Saad alias Mat Ucang 20 tahun penjara lantaran menyembunyikan Mukhlas alias Ali Gufron saat dalam pelarian. Hernianto dihukum 12 tahun penjara. Selain itu, kelompok Kalimantan, seperti Mubarok dihukum seumur hidup, Sukastopo tiga tahun, Imam Susanto empat tahun delapan bulan, Mujarot lima tahun, Hamzah Baya enam tahun, Eko Hadi P empat tahun enam bulan, Puriyanto empat tahun enam bulan, Firmansyah empat tahun, Syamsul Arifin tiga tahun penjara, Sofyan Hadi enam tahun, Sirojul Munir lima tahun, Sukastopo tiga tahun, Muhammad Yunus enam tahun.

Sementara itu, Ali Imron alias Ale -adik kandung Amrozi, dihukum seumur hidup. Imam Samudra dihukum hukuman mati lantaran secara bersama-sama dengan anggota kelompoknya melakukan aksi pemboman itu; secara bersama-sama menyiapkan dana untuk membiayai bom Bali.

Di Manado, pada saat yang hampir bersamaan juga terjadi ledakan di depan kantor konsulat Filipina di Jalan Tikala. Pada peristiwa yang tidak menelan korban jiwa itu, polisi menangkap dua pelaku pemboman: Otje dan Idris.

5 Desember 2002: Mal Ratu Indah Makassar pada malam Idul Fitri. Tiga orang tewas dalam peristiwa itu. Enam belas orang ditetapkan sebagai tersangka, diantaranya, Agung Abdul Hamid, Mukhtar Daeng Lau, Usman, Masnur, Azhar Daeng Salam, Ilham, Hizbullah Rasyid, Dahlan, Lukman, Suryadi, Abdul Hamid, Iwal, Mirzal, Itang, Khaerul, dan Kahar Mustafa. Dua belas orang telah berhasil ditangkap polisi, empat orang lainnya yang masih buron adalah Agung Abdul Hamid, Dahlan, Mirzal dan Hizbullah Rasyid.

Januari 2003: Pangkalan bajaj di Jalan Jembatan Besi Raya Gang I, Tambora, Jakarta. Ledakan berasal dari bom Molotov yang dilemparkan ke pangkalan bajaj yang mengakibatkan sebuah bajaj terbakar. Bom itu terbuat dari botol bir isi bensin dan sumbu. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Sementara itu, ledakan bom rakitan terjadi dan mengenai dua polisi di jembatan besi Jorong Silawai, Kecamatan Airbangis, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat.

14 Januari 2003 : Ambon. Siapakah biang keladi perang Ambon pertama kalinya? Silakan anda menjawabnya sendiri…. yang pasti bukan Islam dan umat Islam.

3 Februari 2003: Wisma Bhayangkari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Ledakan berasal dari sebuah bom rakitan yang dibuat dari pipa paralon sepanjang 11 cm dengan diameter 16 cm, ditutup dengan lempengan baja yang dilapisi dengan semen. Walau berkekuatan rendah, ledakan merusakan satu mobil dan menghancurkan bagian bagunan yang ada di Wisma Bhayangkari. Polisi menangkap tersangka pelaku pemboman, Ajun Komisaris Polisi Anang Sumpena. Tidak ada korban jiwa akibat ledakan itu.

1 April 2003: Bom mengguncang Medan. Kali ini terjadi lagi di jalur pipa milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Diperkirakan bom meledak pukul 03.00 WIB. Tak ada korban jiwa.

24 April 2003: Di jembatan Kali Cideng, belakang kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sasaran kemungkinan ditujukan ke kantor PBB. Bom rakitan itu terbuat dari besi yang panjangnya sekitar 33 sentimeter, dengan diameter sekitar 10 sentimeter, dan ketebalan pipanya sekitar 6,6 milimeter. Ledakan berkekuatan rendah. Tidak ada korban.

27 April 2003: Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu, tujuh orang yang merupakan satu keluarga menjadi korban ledakan. Lima di antaranya dirawat di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk PIK dan dua lainnya dirawat di RSU Tangerang. Ledakan berkekuatan rendah. Belum diketahui penyebab dan motif ledakan.

30 Juni 2003 : Di Pasar Aceh, Kota Banda Aceh. Sementara itu, satu bom lainnya dapat dijinakkan di satu rumah sakit umum Kota Banda Aceh. Tiga pedagang menderita luka terkena serpihan bom.

14 Juli 2003: Gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Tidak ada korban jiwa.

10 Juli 2003: Pasar Koronadal, Filipina Selatan. Ledakan menewaskan tiga orang serta mencederai setidaknya 29 orang.

Juli 2003: Saat konser musik terbuka di Moskow, Rusia. Bom bunuh diri itu menewaskan 14 orang serta puluhan terluka.

5 Agustus 2003: Hotel JW Marriott, Jakarta. Dengan bahan peledak, antar lain berupa CLO3, Almunium Fowder, TNT, Detanator dan Detonating Cord (sumbu peledak), bom menewaskan 13 orang, melukai 74 orang dan menghancurkan 22 mobil.

 Menurut keterangan tersangka Amran Bin Mansur alias Andi Saputra, bahan peledak bom menggunakan sisa-sisa bom Malam Natal 2000 yang diselundupkan dari Fillipina Selatan sebelum 2000. Amran, pria kelahiran Pontian Johor Malaysia, merupakan anggota Jamaah Islamiyah yang berperan sebagai penyedia bahan peledak bom Malam Natal 2000. Amran mendistribusikan bahan peledak ke empat tempat pengeboman: gereja-gereja di Batam, Pekan Baru (Sumatera), Jawa dan Nusa Tenggara Timur.

Perintah tertinggi pengeboman Malam Natal itu ada di tangan Hambali alias Encep Nurjaman, pria Cianjur Jawa Barat yang ditangkap di Ayutthaha Thailand, 2003, oleh aparat intelijen Thailand. Hambali kemudian menunjuk penanggung-jawab eksekusi di empat tempat itu, dua di antaranya, Imam Samudera alias Kudama untuk Batam dan Idris alias Gembrot untuk Pekanbaru. Kepada para penanggung-jawab itulah, Amran menyerahkan bahan peledak. Selain bom, Amran juga menyerahkan enam senjata jenis revolver asal Malaysia: tiga untuk Batam dan tiga untuk Pekanbaru. Selepas itu, Amran kabur ke Malaysia, tapi kembali lagi ke Indonesia pada 2001. Lewat jalur ilegal, Amran dua kali keluar-masuk: Batam, Johor Malaysia, Nunukan Kalimantan Timur dan Manado, Sulawesi Utara.

Selain Amran, ada penyedia dana bernama Jabfar -juga warga Malaysia- yang berhasil ditangkap tim anti teror Mabes Polri di Desa Grinsing, Batang, Jawa Tengah, 5 Februari 2004. Jabfar inilah yang menuntun aparat untuk menangkap Amran.

Baik Amran maupun Jabfar sudah aktif dalam pengeboman di Indonesia sejak 1999. Tapi pada 2001, mereka sudah tidak aktif lagi. Jabfar adalah pengikut Pondok Pesantren Lukmanul Hakim milik Amir Majelis Mujahidin Indonesia, Ustadz Abu Bakar Baasyir di Malaysia yang sudah dibubarkan. Amran dan Jabfar juga bekerja-sama dalam pengeboman Malam Natal 2000. Tapi selepas tugas, mereka berpisah dan kabur.

Terbukti terlibat dalam persiapan aksi pengeboman Hotel JW Marriott, Sardona Siliwangi bin Azwar, 23 tahun, dihukum sepuluh tahun penjara oleh majelis hakim PN Bengkulu. Sardona sendiri saat ini adalah mahasiwa semester satu Akademi Komputer swasta di Kota Bengkulu. Diperkirakan, sekitar 4 Januari hingga pelaksanaan pengeboman di Hotel JW Marriott 5 Agustus 2003, dirinya ikut bersama-sama menyimpan bahan peledak yang dibungkus enam kardus di kediamannya di Jalan Gedang Kilometer 6,5, Rt.1-Rw.01, nomor 43, Kecamatan Gading Cempaka, Bengkulu. Perbuatan terdakwa dilakukan bersama-sama dengan Asmar Latin Sani (pelaku bom bunuh diri), Noor Din Moh Top alias Isa, Dr. Azhari alias bahar, Moh. Rais alias Indra alias Iskandar alias Ryan Arifin, Toni Togar alias Indra Warman dan Mohammad Ihsan alias Idris alias Joni Hendrawan alias Gembrot alias Jo.

7 Agustus 2003: Di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Akibat ledakkan, Bachtiar alias Manto, 20 tahun, yang diduga kuat sebagai perakit bom itu tewas.

12 September 2003: Di daerah konflik Poso, Sulawesi Tengah. Ledakan bom mengakibatkan lima warga luka-luka.

5 Desember 2003: Makassar, Sulawesi Selatan. Muhammad Tang alias Ittang (30) yang telah membantu pelarian otak bom Makassar, Agung Hamid, dihukum tujuh tahun penjara oleh PN Makassar, Sulawesi Selatan yang juga menghukum Suryadi Mas’ud (31) delapan tahun penjara. Selain itu, Khaerul alias Herul alias Mato (23) dihukum tujuh tahun penjara, Kaharuddin Mustafa lima tahun penjara lantaran ikut membantu dan memberikan kemudahan kepada tersanga Agung Hamid yang disebut-sebut sebagai otak peledakan. Imal Hamid, 35 tahun, dihukum enam tahun penjara lantaran menyembunyikan informasi pelaku tindak pidana terorisme, yaitu sudah tahu adanya bahan peledak berupa dua karung photasium dan satu karung TNT yang disimpan Agung Hamid (buron) di rumahnya, di Desa Garessi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Suriadi SPd, 32 tahun, dihukum tujuh tahun penjara.

Januari 2004: Di Medan, Sumatera Utara. Pelakunya adalah penjual mie Aceh dan anggota separatis Gerakan Aceh Merdeka: Sfd Bin Slm alias Fudin (30) dan AS alias Mamad (24), penduduk Samlantira dan Kecamatan Tanah, Aceh Utara.

Sementara itu, bom juga meledak di Kafe Samfodo Indah di Kota Palopo, Sulawesi Selatan dan mengakibatkan empat tewas dan dua orang lagi mengalami luka-luka. Pelakunya, Arman, Idil, Ahmad Rizal, Jeddi, Benardi dan Jasmin. Enam orang lainnya yang masih buron adalah Aswandi alias Aco bin Kasim, Ishak, Nirwan, Kahar dan Agung Hamid. Disinyalir, Agung Hamid juga tokoh utama peledakan bom di Mal Ratu Indah Makassar, 5 Desember 2002.

21 Maret 2004: Rumah milik nyonya Sugeng di Jalan Bhakti Abri Kampung Sindangrasa, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cimanggis Depok. Ledakan bom rakitan itu tidak memakan korban jiwa dan kerusakan berarti.

9 Septemper 2004: Bom meledak di kedutaan besar Australia menewaskan 10 orang Indonesia dan melukai lebih dari 100 orang.

13 November 2004: Ledakan bom terjadi di kantor polisi di Sulawesi, menewaskan 5 orang dan melukai empat orang.

28 Mei 2005: Bom meledak di Tentena , Poso, Sulawesi Tengah. 22 orang tewas

8 Juni 2005: Bom meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia, Ust Abu Jibril di Pamulang Jawa Barat

1 Oktober 2005: Bom meledak di Kuta Bali. 22 orang tewas

31 Desember 2005: Bom meledak di Pasar daging Babi di Palu, Sulawesi Tengah

10 Maret 2006: Ledakan bom di rumah penjaga Kompleks Pura Agung Setana Narayana di Desa Toini. Poso

22 Maret 2006: Sekitar pukul 19.00 Wita bom meledak di pos kampling di dusun Landangan, Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir

1 Juli 2006: Ledakan bom di gereja Kristen Sulawesi Tengah ( GKST ) Eklesia Jalan Pulau Seram, Poso.

3 Agustus 2006: Sekitar pukul 20.00 Wita bom meledak di Stadion Kasintuwu yang terletak disamping Rumah Sakit Umum Poso

18 Agustus 2006: Bom meledak lagi di Poso

6 September 2006: Bom Meledak di Tangkura, Poso Pesisir Selatan

17 Juli 2009: Ledakan di Ritz Caltron dan JW Marriot. Sembilan Orang Tewas. Dengan Perstiwa ini polisi bukan hanya kecolongan , tetapi juga ditampar karena pelaku menggunakan metode baru yaitu menyusup dari dalam. Penyelidikan peristiwa ini pun belum menyeluruh dan belum tuntas.

Masjid Polresta Cirebon yang di bom sewaktu digunakan untuk shalat jumat diketahui dilakukan oleh Muhammad Sarip, Bom  Cirebon yang terjadi pada pukul 12.15 WIB, Jumat 15 April 2011. Peristiwa ini mengakibatkan 25 orang terluka termasuk Kapolresta Cirebon. Bom yang meledak di Mapolresta Cirebon ini merupakan bom bunuh diri yang menyebabkan sang pelaku tewas

terakhir, aksi bom bunuh diri minggu 25 september 2011 di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah kemarin.

Mudahan kejadian bom bunuh diri ini tidak  terjadi  lagi di Indonesia.

Sumber : dari berbagai web.