TERJEMAHAN

Sunday, 22 May 2011

JIKA SAYA KETUA PSSI

Melihat carut marut keadaan sepakbola di Indonesia saat ini, dan belum terbentuntuknya kepengurusan baru akibat susahnya memilih ketua umum PSSI, boleh saja jika aku berandai-andai. Andai aku ketua PSSI, walaupun tidak mungin, maka inilah yang akan terjadi.bila aku menjadi ketua umum PSSI :

1. Saya tidak akan bangga mendatangkan pemain sekelas david beckham, c.ronaldo, ataupun messi, tetapi saya akan menangis nonton bola di tv, jika saya melihat pemain dengan nama ujang, buyung, ataupun tambunan bermain berdampingan dengan pemain tersebut.

2. Saya tidak akan mati-matian mendatangkan seorang guus hiddink untuk melatih timnas, tetapi saya lebih memilih pelatih-pelatih di Indonesia belajar pada guus hiddink, Mourinho, Guardiola, walaupun hanya menjadi asisten ke 4, maka saya akan lebih percaya pada mereka.


3. Saya rela uang gaji para pengurus di potong untuk mengirim para anak kecil , remaja, berlatih ke luar negeri.


4. Saya akan sedih jika mendengar gaji para pemain lokal cuma setengah dari pemain asing yang d rekrut.


5. Saya ingin sepakbola menjadi pekerjaan yang paling diidam-idamkan.


6. Kami rela uang pajak yg kami bayar, retribusi yg kami bayar, APBN yang kalian peruntukkan pada kami digunakan untuk PEMILU KETUM PSSI, dan kami rela hidup susah karena itu.

 
7. Pada akhirnya , saya ingin melihat klub indonesia berlaga di piala dunia klub, serta melihat timnas indonesia menjadi peserta piala dunia.

Friday, 20 May 2011

GAGAL LAGI, PSSI KU

Gagal lagi gagal lagi, alangkah susahnya memilih satu orang untuk jadi ketua organisasi bola (PSSI) kejadian di Pekanbaru Riau terulang lagi, kongres PSSI yang dihadiri dan dipantau oleh utusan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) bubar sehingga agenda Kongres PSSI, Jumat (20/5/2011), berakhir tanpa keputusan riil seiring dengan keputusan Ketua Komite Normalisasi (KN) Agum Gumelar, yang juga bertindak menjadi Ketua Sidang, untuk menutup sidang menyusul adanya deadlock.

Ini lah kata-kata terakhir ketua KN agum gumelar sebagai pimpinan rapat “ Suasana tidak kondusif dengan menyebut Alhamdulillah Saya Agum Gumelar Ketua Komite Normalisasi menyatakan menghentikan sidang,"

Alotnya kongres PSSI ini akibat dari adanya protes dari kelompok 78 pemilik suara yang bersikeras tetap mengusung George Toisutta dan Arifin Panigoro yang tidak lulus perifikasi. Namun nama kedua kandidat tersebut sempat diloloskan oleh Komite Banding yang diketuai Achmad Riyadh. Namun, Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar menolak keputusan Komite Banding tersebut dengan landasan keputusan FIFA pada tanggal 4 April, 21 April, dan 6 Mei. "Semestinya Komite Normalisasi menjalani keputusan Komite Banding. Keputusan Komite Banding adalah final yang harus dijalankan oleh Komite Normalisasi," tukas salah seorang anggota 78 pemilik suara, Hadiyandra. 

Jika kegagalan hal ini terus berlanjut, sebaiknya dalam memilih ketua PPSI sebaiknya di pilih langsung  oleh rakyak, dimana kegiatan pemilihan ketua PSSI diselenggarakan bersamaan dengan pemilihan presiden dengan demikian akan menghasilkan ketua PSSI yang benar-benar keinginan rakyat bukan oleh keinginan dari kelompok-kelompok yang mementingkan golongannya.

PEMIMPIN LANGKA YANG PERNAH ADA


Di saat ramai dibicarakan tentang ‘keluhan’ gaji presiden RI yang tidak naik-naik selama 7 tahun, ternyata ada pejabat negara yang tidak mengambil gajinya.

Joko Widodo, yang akrab disapa Jokowi, sejak awal menjabat sebagai Wali Kota Solo ternyata tidak pernah mengambil gajinya. Menurut Jokowi, penghasilannya sebagai eksportir mebel lebih dari cukup untuk menghidupi keluarganya.

”Kecil-kecil kan saya eksportir mebel. Saya juga punya gedung pertemuan yang bisa disewakan,” kata Jokowi di sela-sela kirab budaya Garebeg Sudiro yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek di Pasar Gede, Solo, 30 Januari 2011.

Lalu, untuk apa gaji pria kelahiran Solo, 21 Juni 1961, ini sebagai wali kota?

”Coba tanya ajudan atau sekretaris saya, mereka yang mengurus setiap bulan. Jumlahnya pun saya tidak tahu persis. Kebanyakan (gajinya) habis untuk nyangoni warga. Kalau bertemu kasih Rp 50.000, Rp 100.000, dalam tiga-empat hari saja sudah habis,” kata Jokowi yang menjabat sebagai Wali Kota Solo untuk periode kedua.

Menurut ayah tiga anak ini, dirinya tidak pernah menanyakan gaji, fasilitas rumah, atau mobil. Bagi Jokowi, sebagai wali kota, itu berarti dia diberi amanah untuk bekerja, dan ia berupaya untuk melaksanakannya.

Oleh karena pertanyaan tentang gaji yang bertubi-tubi itu, Jokowi pun ganti tergelitik untuk bertanya, ”Ada apa toh kok tanya tentang gaji terus?”

Sumber: Kompas

Wednesday, 18 May 2011

PENYEBAB KECELAKAAN PESAWAT (GOKIL)

Beberapa hari sudah tidak posting akibat libur panjang, seperti biasanya posting yang ada selalu berbicara masalah korupsi, tapi kali ini saya akan memberikan cerita penyebab kecelakaan pesawat, penyebabnya bukan karena pesawat buatan china MA 60, yang di duga adanya mark up harga (Korupsi), tapi berikut cerita dari  Seorang wartawan mewawancarai satu-satunya penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat (seekor monyet sirkus yang bisa ngomong).

W : "Nyet, bisa cerita penyebab kecelakaan?"


M: "Ok."


W : "Waktu pesawat take-off orang-orang ngapain aja?"


M : "Penumpang duduk, pramugari memperagakan cara menghadapi kecelakaan, pilot pegang setir."


W : "Kamu ngapain?"


M : "Aku juga duduk."


W : Setelah 10 menit di udara, orang-orang ngapain?


M : "Penumpang duduk, pramugari membagikan snack, pilot pegang setir."


W : "Kamu ngapain?"


M : "Makan pisang."


W : "Setelah 20 menit, orang-orang ngapain?"


M : "Penumpang ke toilet, dll, pramugari melayani penumpang, pilot pegang setir."


W : "Kamu ngapain?"


M : " Aku duduk-duduk. "


W : "Setelah 30 menit, orang-orang ngapain?"


M : "Penumpang tidur, pramugari ke ruang pilot, pilot pegang setir."


W : "Kamu ngapain?"


M : "Aku jalan-jalan ngikutin pramugari."


W : "Setelah 45 menit, orang-orang ngapain?"


M : "Penumpang ketiduran, pramugari mencium pilot, pilot merespon terus raba-raba."


W : "Kamu ngapain?"


M : "Aku pegang setir."


W : "Pantes !!!!"

Sumber : Google 

Thursday, 12 May 2011

KORUPTOR ADALAH TERORIS

Teroris memang berbahaya karena mereka melakukan aksinya dengan membunuh sekelompok orang. Lalu bagaimana dengan koruptor? Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai koruptor lebih berbahaya, bahkan MUI pun menilai nya sama, dimana  anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aminuddin Yaqub setuju hukuman koruptor disamakan dengan teroris. Oleh karena itu, koruptor pantas dihukum mati, seperti pelaku terorisme.

"Kalau seseorang tersebut melakukan tindakan yang sangat meresahkan negara boleh memberikan hukuman mati," Aminuddin menambahkan, pelaku teror mendapat hukuman berat karena membunuh banyak orang di tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan "Koruptor bisa mematikan bangsa," tuturnya. ujar Aminuddin usai menghadiri diskusi di Wisma Antara, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2011).!!!!!, hal ini sama seperti yang di ungkapan Koordinator Monitoring Peradilan ICW, Febri Diansyah, di Jakarta, Selasa, 10 Mei 2011. Menurut dia, kejahatan korupsi jauh berbahaya ketimbang aksi teroris. Kejahatan kerah putih ini selalu berlindung di balik topeng kekuasaan dan jabatan yang diberikan negara. "Kalau bukan pejabat jarang (korupsi). Artinya dia pejabat," ujar Febri. "Itu sudah mengkhianati amanat rakyat." (detikNews.com).

Terorisme adalah kegiatan yang melibatkan unsur kekerasan atau yang menimbulkan efek bahaya bagi kehidupan manusia yang melanggar hukum pidana yang jelas dimaksudkan untuk: a. mengintimidasi penduduk sipil. b. memengaruhi kebijakan pemerintah. c. memengaruhi penyelenggaraan negara dengan cara penculikan atau pembunuhan.

Sedangkan koruptor adalah seseorang yang melakukan kegiatan korupsi. Korupsi sendiri berasal dari bahasa latin corruptio atau corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Akan tetapi dalam bahasa indonesia korupsi mengalami penyempitan makna yaitu suatu kegiatan yang dilakukan pejabat pemerintah yang mengambil uang atau barang milik pemerintahan yang bukan mengambil haknya.

Berkaitan dengan hal diatas negara kita indonesia, selalu saja dihebohkan dengan berita-berita yang berkaitan dengan teroris dan korupsi, efek atau dampak yang ditimbulkan oleh teroris  hanya dirasakan oleh beberapa ratus orang saja, nah bandingkan dengan kejahatan korupsi yang bisa mengakibatkan jutaan bahkan ratusan juta orang melarat akhirnya mati kelaparan. hal ini sesuai dengan Konferensi Internasional Antikorupsi di Meksiko tahun 2003 yang dihadiri sekitar 140 negara di dunia, sepakat bahwa kejahatan korupsi dapat mengancam hak azasi manusia. hak itu meliputi hak kesejahteraan, hak ekonomi hingga sosial politik jutaan rakyat. Ayo renungkan mana yang lebih berbahaya.  

Setelah saya pikirkan dan renungkan ternyata selama ini, Kesatuan Densus  anti teror salah tangkap, Densus harus di suntik doktrin baru nih koruptor boleh disidang di penjara militer , karena tindakannya sama buruknya dengan aksi terorisme. hukum seberat-beratnya kalau perlu hukuman mati.